kekasih allah yang tersembunyi
KEKASIHALLAH YANG TERSEMBUNYI - Habib Novel Alaydrus
Berbedadengan mereka, kekasih Allah atau waliyullah itu justru mempermainkan dunia, mempermainkan harta, mempermainkan kekuasaan, untuk Allah semata. Putra Sayidina Husein bin Ali, yaitu Ali bergelar Zainal Abidin as-Sajjad, suatu ketika sedang asyik shalat sunah di Masjidil Haram. Dia adalah sosok kekasih Allah yang sepanjang usianya banyak
Videomilik Masjid Al-Irsyad TV SAFARI DAKWAH UST. SALIM A.FILLAH DI GRESIK HARI SABTU, 03 MUHARRAM 1439 / 23 SEPT 2017
VIVABola - Bek PSIS Semarang sekaligus Pilar Timnas Indonesia Alfeandra Dewangga viral. Ia dikabarkan selingkuh dan putus dengan sang kekasih, Vivi Novika. Info itu mencuat setelah ada unggahan di medsos Vivi yang curhat tentang hubungannya dengan Dewangga. Bahkan tagar Dewangga pun menjadi trending topic di twitter. Di Instagram Story-nya
AbuHurairah Radhiyallahu 'Anhu menuturkan sabda Rasulullah ﷺ tentang kekasih Allah yang tersembunyi; yang kedudukannya amat diidamkan para mulia, yang ke atas kita sebut namanya. "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mencintai hamba-hamba yang diciptakanNya", begitu kalimat Nabi ﷺ dalam riwayat Muslim, "Yang terpilih, yang suka
Site De Rencontre Afro Antillais Gratuit. Kekasih Allah Yang Tersembunyi Allah menyembunyikan kekasihNya diantara manusia. Ujar Umar ibn Al Khathtab, “Sebagaimana Dia menyembunyikan Lailatul Qadr diantara malam-malam bulan Ramadhan.”Mereka Atqiya’ul Akhfiya’, orang-orang yang bertakwa lagi tersembunyi. Mereka terkenal di langit meski diabaikan di bumi. Mereka dirindukan Syurga meski dikucilkan saja yang setiap saat mengingat dan dosa dan kezalimannya serta menangisi di dalam batinnya setiap waktu penuh penyesalan dan insyaf. Sesungguhnya orang itu sangat di sayangi Robbul Arsyil anak cucu Adam tertuntut untuk tak meremehkan seorangpun di antara hamba Allah yang solih, sebab boleh jadi mereka adalah Para KekasihNya yang jauh lebih terkasih dibanding Allah yang menyatakan bahwa makhluk yang paling mulia adalah yang paling bertakwa. Tetapi juga sekaligus mengabarkan melalui Rasul-Nya bahwa ketakwaan itu ada di dalam dada, tak dapat dilihat oleh mata manusia. la bermakna teruslah berkhusyuk memperjuangkan takwa dalam diri, dan selalulah tawadhu’ kepada sesama saja yang sering sujud bersembunyi dan berdoa untuk banyak kebaikan kepada manusia dan menangis agar Allah swt memaafkan Ummat Rasulullah SAW. Dialah Para Kekasih yang istimewa dan tersembunyi. Jangan lupa dukung Mistikus Channel Official Youtube Mistikus Blog dengan cara LIKE, SHARE, SUBSCRIBE Sudah berapa lama Anda menahan rindu untuk berangkat ke Baitullah? Melihat Ka’bah langsung dalam jarak dekat dan berkesempatan berziarah ke makam Rasulullah. Untuk menjawab kerinduan Anda, silahkan klik Instagram Facebook.
Pixabay Seringkali kita mendengar lafal “habibullah” dan kerap diartikan secara sederhana menjadi kekasih Allah. Berlebihan kah makna itu? Lafal tersebut lebih tepat diartikan sebagai orang yang dicintai oleh Allah–ini lebih selamat dari kesalahan interpretasi. Cinta dari Allah tentu terhindar dari kesan sebagaimana kasih sayang tak ubahnya sepasang kekasih. Cinta Allah kepada hamba-Nya termasuk Rasulullah SAW tentu tak menjadikan Allah tersekutukan dengan makhluk. Pun tak lantas menyamakan Allah SWT serupa dengan makhluk. Sifat Allah yang mencintai hamba-Nya telah ditetapkan di dalam Al-Quran dalam banyak kesempatan. Ada beberapa sifat hamba-hamba-Nya yang secara tegas menjadi sebab bagi Allah SWT untuk mencintainya. Apa saja itu? 1. Allah SWT Mencintai Orang yang Bertaubat dan Mensucikan Diri Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri. QS. Al-Baqrah222 2. Allah SWT Mencintai Orang Muhsin Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang muhsin QS. Al-Baqarah195 3. Allah SWT Mencintai Orang yang Bertakwa Maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. QS. Ali Imran 76 4. Allah SWT Mencintai Orang yang Bertawakkal Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. QS. Ali Imran159 5. Allah SWT Mencintai Orang yang Sabar Allah mencintai orang-orang yang sabar QS. Ali Imran 146 6. Allah SWT Mencintai Orang yang Adil Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang adil. QS. Al-Maidah 42 7. Allah SWT Mencintai Orang yang Berperang di JalanNya Sesungguhnya Allah mencintai orang yang berperang dijalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. QS. Ash-Shaff4 8. Allah SWT Cinta Generasi Islam yang Spesifik Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas, lagi Maha Mengetahui. QS. Al-Maidah 54 Kita pun mendapatkan lebih banyak lagi kriteria hamba yang Allah cintai jika kita membuka hadits-hadits nabawiyah. Cinta Allah SWT itu tak terbatas kepada Rasulullah SAW saja, namun juga kepada banyak orang yang memenuhi kriteria. Khusus untuk Rasulullah SAW, ada “level” kecintaan Allah SWT tersendiri yang lebih khusus, lebih spesifik. Wajar bila salah satu julukan beliau adalah lafal di atas “habibullah”. Orang yang dicintai Allah. Wallahua’lam. [Paramuda/BersamaDakwah]
– Para kekasih Allah SWT terbagi menjadi dua bagian. Di antaranya Al-Muqtashid orang yang sedang-sedang dan Assabiquna bil khairat orang yang bersegera berbuat kebajikan. Dikutip dari buku Jangan Takut Hadapi Hidup karya Dr Aidh Abdullah Al-Qarny, Dalam hadits Qudsi Rasulullah ﷺ bersabda, Allah SWT berfirman . وَمَا تَقَرَّبَ إِلِيَّ عَبْدِيْ بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلِيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ. ولايَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِيْ بِهَا. وَلَئِنْ سَأَلَنِيْ لأُعطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِيْ لأُعِيْذَنَّهُ "Tidaklah hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan sesuatu yang paling dicintainya dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan tidak henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan sesuatu yang sunnah sehingga Aku mencintainya. Dan jika Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, tangannya yang dengannya ia menampar, kakinya yang dengannya ia berjalan, jika ia meminta kepada-Ku, sungguh Aku akan memenuhi permintaanya dan jika ia meminta perlindungan-Ku, sungguh Aku akan melindunginya." HR Bukhari Adapun Al-Muqtashid artinya mereka yang merasa cukup dengan melaksanakan segala kewajiban yang telah dibebankan Allah SWT kepadanya ibadah mahdah dan menjauhi dosa-dosa besar. Sementara Assabiquna bil khairat artinya mereka yang tidak puas hanya dengan melaksanakan kewajiban yang telah diwajibkan Allah SWT kepadanya, mereka ingin bersegera meraih kedekatan Allah SWT. dengan melaksanakan ibadah yang sifatnya sunnah, menjauhi dosa-dosa besar, dan meninggalkan yang makruh. عن ربيعة بن كعب الأسلمي رضي الله عنه كنت أبيتُ مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فأتيتُه بوَضوئِه وحاجته فقال لي سلْ، فقلتُ أسألُك مرافقتَك في الجنة، قال صلى الله عليه وسلم أو غير ذلك؟ قلت هو ذاك، قال فأعنِّي على نفسِك بكثرة السجود Ada salah seorang pemuda mendatangi Rasulullah ﷺ dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku ingin bersamamu di surga kelak." Rasulullah ﷺ berkata, "Apa ada hal lain yang kamu inginkan?" Pemuda itu berkata, "Hanya itu yang aku inginkan." akhirnya Rasulullah ﷺ berkata, "Kalau demikian, bantulah aku agar dapat menolongmu dengan memperbanyak sujud." HR Muslim, Abu Daud, dan Nasai. Baca juga Pimpinan Nurul Musthofa Soal M Kece Kita Marah Nabi Dihina Artinya, bekali dirimu dengan ibadah sunnah sehingga kamu dicintai Allah SWT dan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Ibadah sunnah itu amat banyak, baik yang berbentuk sholat, puasa, dzikir dan sedekah. Setiap orang Islam pasti mengetahui perkara yang membawa nilai manfaat pada dirinya dan yang dapat melembutkan hatinya. Untuk itu, selayaknya bagi orang yang mengetahui akan hal ini dapat menjalankannya, sehingga menjadikan dirinya salah satu kekasih Allah SWT. Para kekasih-Nya adalah mereka yang senantiasa menjaga ibadah sunnah, senang berpuasa, gemar melaksanakan sholat dhuha dan tidak pernah lupa memanjatkan doa kepada Allah di keheningan malam setelah qiyamul lail.
“Allah menyembunyikan kekasihNya di antara manusia”, ujar Umar ibn Al Khaththab, “Sebagaimana Dia menyembunyikan Lailatul Qadr di antara malam-malam bulan Ramadhan.” Semua malam bulan Ramadhan memang istimewa. Tapi yang paling dahsyat adalah hadirnya yang rahasia, yang hanya dikenali dari tanda-tanda yang tak seorangpun mudah memastikannya. Orang-orang yang menetapi kewajiban kepada Allah dan menjauhi laranganNya sungguh istimewa. Merekalah orang bertaqwa, merekalah kekasihNya. Tapi kekasih Allah pun berderajat-derajat tingkatannya. Dan termasuk tingkatan yang tertinggi di antara mereka, seperti kata Sayyidina Umar, adalah yang tak mudah dikenali oleh mata manusia. Merekalah Atqiya’ul Akhfiya’, orang-orang yang bertaqwa lagi tersembunyi. Mereka terkenal di langit meski diabaikan di bumi. Mereka dirindukan surga meski dikucilkan dunia. Inilah catatan penting kita, bahwa orang-orang shalih yang menjadi kekasih Allah sama sekali bukanlah orang yang menonjolkan diri. Mungkin memang ada di antara mereka yang menonjol, tapi bukan sebab keinginan dirinya. Dan sungguh hati mereka juga tak pernah menyukai keterkenalan itu. Allah hanya hendak membebani mereka dengan ujian yang lebih berat berupa kemasyhuran. Maka Mu’adz ibn Jabal menangisi keterkenalannya, sebab dia disebut oleh Sang Nabi ﷺ sebagai yang paling mengerti halal dan haram dalam agama. Maka Muhammad ibn Wasi' berkata, “Andai dosa ada baunya, takkan ada seorangpun di antara kalian yang tahan duduk di sisiku.” Maka Imam An Nawawi tersedu memalingkan diri, ketika digelari sebagai Muhyiddin, sang penghidup agama. Maka Yusuf Al Qaradlawy berkata “Cukup!” dan Muhammad ibn Shalih Al Utsaimin menyuruh pembawa acara diam, ketika menyebut keduanya sebagai “Al Allamah”, yang amat dalam ilmunya. Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu menuturkan sabda Rasulullah ﷺ tentang kekasih Allah yang tersembunyi; yang kedudukannya amat diidamkan para mulia yang di atas kita sebut namanya. salimafillah“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mencintai hamba-hamba yang diciptakanNya”, begitu kalimat Nabi ﷺ dalam riwayat Muslim, “Yang terpilih, yang suka menyembunyikan amal, yang bajik, yang kusut rambutnya, yang berdebu mukanya, dan yang kelaparan perutnya. Jika mereka meminta izin kepada Amir untuk menghadap, maka mereka tak diizinkan. Jika memberi anjuran, maka kata-kata mereka tak dianggap. Jika melamar, maka mereka tidak dinikahkan. Jika tak hadir, maka mereka tak dicari. Jika muncul, kedatangan mereka tak disambut. Jika sakit, mereka tidak dijenguk. Jika mati, mereka tidak dipersaksikan.” Betapa Maha Bijaksana, Dzat yang menyatakan kepada kita bahwa makhluq yang paling mulia di antara kita di sisiNya adalah yang paling bertaqwa. Tetapi juga sekaligus mengabarkan melalui RasulNya bahwa ketaqwaan itu ada di dalam dada, tak dapat dilihat oleh mata manusia siapapun dia. Ianya bermakna; teruslah berkhusyu’ memperjuangkan taqwa dalam diri, dan selalulah tawadhu’ kepada sesama hamba. Sungguh kita tertuntut untuk tak meremehkan seorangpun di antara hamba Allah yang shalih seisi bumi, sebab boleh jadi mereka adalah para kekasihNya yang jauh lebih terkasih dibanding kita.. Maka mari meniti jalan zuhud seperti yang diungkap cirinya oleh Hasan Al Bashri. “Sang zahid adalah”, kata beliau, “Dia yang jika berjumpa orang lain selalu berkata pada dirinya, Beliau lebih utama daripada aku.’” Dengan meneladani jawaban salam Habibullah ﷺ pada Rabbnya pada saat Mi’raj, kita menyebut orang-orang shalih itu di dalam doa tasyahud shalat kita, agar kita tergabung bersama mereka. “Assalamu alaina wa ala ibadillahish shalihin.. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih.” Reshared dari ust. salimafillah
Kisah Kekasih Allah yang Tersembunyi 1 Selasa, 06 Februari 2018 0917 WIB 93861 Views Suatu saat, Imam Hasan Al Bashri rahumahullah berjalan di tepian sungai Tigris. Beliau melihat seorang lelaki, duduk-duduk dengan seorang wanita. Berasyik masyuk, berbicang-bincang dengan santainya di depan umum Suatu saat, Imam Hasan Al Bashri rahumahullah berjalan di tepian sungai Tigris. Beliau melihat seorang lelaki, duduk-duduk dengan seorang wanita. Berasyik masyuk, berbicang-bincang dengan santainya di depan umum. Tak cukup hanya itu, si lelaki ini ternyata di sebelahnya ada sebuah wadah, yang mana wadah itu umumnya dipakai untuk tempat khamr pada masa itu. Dari dua hal di atas, sudah cukup membuat hati sang Imam membersitkan su'udzon. Sudahlah tak tahu malu berduaan dengan wanita di depan umum, ditemankan khamr pula. Sesaat setelah kejadian itu, tiba-tiba ada kejadian tak terduga. Sebuah perahu yang sedang menyeberang sungai Tigris tetiba terbalik. Ada tujuh orang yang sudah jatuh ke air dan membutuhkan pertolongan. Seketika itu juga, tak disangka-sangka lelaki yang dibatin oleh Imam Hasan Al Bashri tadi langsung terjun ke dalam sungai. Bersusah payah, ia berhasil menyelamatkan enam orang yang hampir tenggelam itu. "Wahai, Tua ! Tolong selamatkan yang satu itu.." Imam Hasan al Bashri pun terjun juga ke sungai. Namun, dengan susah payah pula, ternyata beliau tidak berhasil menyelamatkan satu orang ini. Saat beliau telah berada di daratan, si pemuda ini berkata, "Wahai, Tuan. Sepertinya engkau memandang rendah diriku." "Kalau kau memandang rendah diriku, maka demi Allah aku telah menyelamatkan enam orang. Sedangkan engkau menyelamatkan satu orang pun tak sanggup." "Tahukah engkau? Perempuan ini adalah ibuku. Ia sangat senang aku menemaninya menghabiskan waktu. Maka kutemani ia untuk menyenangkan hatinya di tepian sungai." "Dan jika engkau mengira ini adalah khamr, maka ketahuilah. Isi wadah ini adalah air! Seketika itu, Imam Hasan Al Bashri menangis sambil berkata, "Sungguh betapa banyak dosaku. Berprasangka buruk, memandang rendah orang lain, menganggap diriku lebih tinggi, ujub, takabbur, dan kemudian tidak bisa menolong hamba Allah yang lain. Sedangkan engkau, telah melakukan kebalikannya." Dan dari peristiwa itu, muncullah perkataan Imam Hasan Al Bashri yang sangat terkenal, "Orang yang disebut zuhud adalah orang yang ketika bertemu selainnya, ia berkata 'dia lebih utama dariku'." Wallahu a'lam bish shawab
kekasih allah yang tersembunyi